bunga
bunga
gunung
MMA Book 2022 09 Cover

Peluncuran di 2024

Sapaan
Sang Giri

Saat itu tahun 1751. Wulan, usia sembilan tahun, mendapati dirinya di belahan dunia lain, jauh dari desanya di Jawa. Ia terpisah dari kakek-nenek yang disayanginya, para kerabatnya yang suka bercengkrama, serta suara dan wewangian dari kampung halaman yang ia cintai.

Wulan dan ayahnya, Parto, diperbudak di lahan pertanian di ujung selatan Afrika, tanpa harapan untuk pulang. Mereka terus berpegang teguh pada identitas dan ajaran Jawa, menghadapi getirnya hidup di Afrika . Mereka menjalin ikatan dengan orang-orang dari belahan bumi lainnya, membentuk komunitas yang kemudian dikenal sebagai kaum Cape Malay.

Sponsorship

Tipe Sponsorship untuk mendukung Novel ini:

Patron

IDR 25.000.000

  • Anda akan mendapatkan 20 eksemplar buku Sapaan Sang Giri yang ditandatangani penulis
  • Anda dapat memilih perpustakaan di Indonesia untuk menyumbangkan 200 eksemplar buku Sapaan Sang Giri
  • Anda akan menerima 10 totebag dan 1 scarf
  • Anda dapat menayangkan konten Anda di LED acara launching Sapaan Sang Giri di Makassar International Writers Festival 2024 atau acara yang akan kami adakan di Jakarta
  • Logo/nama Anda akan dicantumkan di dalam media publikasi, trailer video, dan signage mengenai buku ini
  • Logo/nama akan dicetak pada undangan acara
  • Logo/nama akan dicetak pada poster/ standing banners/ background pada acara-acara termasuk peluncuran buku di Makassar International Writers Festival 2024

Gold Sponsor

IDR 10.000.000

  • Anda akan mendapatkan 10 eksemplar buku Sapan Sang Giri yang ditandatangani penulis
  • Anda dapat memilih perpustakaan di Indonesia untuk mendonasikan 50 eksemplar buku Sapaan Sang Giri
  • Anda akan mendapatkan 1 tote bag
  • Logo/Nama Anda akan dicatumkan di dalam media publikasi seperti poster, standing banner atau background pada acara-acara termasuk peluncuran buku di Makassar International Writers Festival 2024

Silver Sponsor

IDR 5.000.000

  • Anda akan mendapatkan 5 eksemplar buku yang ditandatangani penulis
  • Anda dapat memilih perpustakaan di Indonesia untuk mendonasikan 25 eksemplar buku Sapaan Sang Giri
  • Anda akan mendapatkan 1 tote bag

Supporter

IDR 500.000

  • Anda akan mendapatkan 1 eksemplar buku Sapaan Sang Giri yang ditandatangani penulis
  • Anda dapat memilih perpustakaan di Indonesia untuk mendonasikan 2 eksemplar buku Sapaan Sang Giri
  • Anda akan mendapatkan 1 tote bag

Tentang Penulis

Isna Marifa

Isna Marifa adalah seorang ahli lingkungan senior dan penulis yang lahir dan besar di Jakarta, Indonesia sebagian besar hidupnya. Di masa kecilnya, ia juga menghabiskan waktu di AS dan Jepang, mengikuti tugas ayahnya sebagai diplomat. Beliau menyelesaikan pendidikan tingginya di Amerika, dengan gelar BA dari Bryn Mawr College (Geologi) dan gelar MSc dari MIT (Teknologi dan Kebijakan).

Kurikulum seni liberal Bryn Mawr membawa dirinya kepada sastra dari seluruh dunia, memperkuat kecintaannya pada sastra sebagai jendela ke manusia, sejarah dan budayanya. Setelah menyelesaikan gelar Masternya, ia kembali ke Indonesia dan terjun ke bidang pengelolaan lingkungan hidup – bidang yang masih dalam masa pertumbuhan di Indonesia.

Meski menulis kreatif telah menjadi impiannya sejak masa muda, hal itu harus dikesampingkan terlebih sahulu ketika ia harus kerja dan membesarkan anak-anak, sehingga menulis kreatifnya hanya sebatas cerita pendek. Kunjungan ke Afrika Selatan membawa dirinya untuk berkomitmen dalam menceritakan kisah masyarakat Jawa yang dibawa ke Afrika Selatan pada masa penjajahan. Ia kemudian memutuskan untuk mengurangi komitmen kerjanya dan mendedikasikan lebih banyak waktu dan tenaga untuk menulis kreatif. Sapaan Sang Giri adalah novel pertamanya.

Isna Marifa

Ulasan

Apa Kata Mereka

Selain mengeksplorasi tema yang jarang digarap, Sapaan Sang Giri juga menarik dari segi format, menggabungkan puisi dan prosa untuk mengungkapkan suara dari tokoh-tokoh berbeda. Novel ini penting: mengingatkan kita bahwa sejarah juga terjalin dari kegiatan dan kisah-kisah ‘wong cilik’ yang kesulitan menentukan nasib mereka sendiri.

Feby Indirani

Journalist & Writer

Sapaan Sang Giri memberikan sorotan terhadap periode sejarah kolonial Indonesia dan Belanda yang belum banyak terumbar. Prosa puitis Isna Marifa dan deskripsi simpatiknya tentang ‘rakyat kecil’ yang menyediakan tenaga kerja untuk perusahaan kolonial ini, menghasilkan kisah yang menghantui dan tak terlupakan.

John H. McGlynn

The Lontar Foundation

Isna Marifa telah memberikan nyawa, menghidupkan, serpihan sejarah penindasan kolonial di tanah Jawa dan Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Novel ini merupakan perpaduan hasil penelitian yang cermat dan garapan sastrawi, sehingga menjadi bacaan yang berbobot dan lancar dibaca.

Putu Oka Sukanta

Poet & Novelist

Events

Schedule an Event
books@kabarmedia.com
Contact Agent
sineadruiseal@gmail.com
Contact Author
books@kabarmedia.com